Breaking News

Pisah Sambut Camat Carenang Berlangsung Khidmat, Absennya BPD Jadi Catatan



SERANG — Acara Pisah Sambut Camat Carenang yang digelar pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Aula Kantor Kecamatan Carenang, berlangsung khidmat dan dihadiri seluruh unsur yang tercantum dalam daftar undangan resmi yang telah disebarkan sehari sebelumnya, yakni Rabu, 14 Januari 2026.

Berdasarkan daftar undangan tersebut, seluruh unsur Forkopimcam, UPT kecamatan, kepala desa dan Ketua PKK se-Kecamatan Carenang, organisasi profesi, serta tokoh agama tercatat hadir dalam kegiatan silaturahmi tersebut. Namun demikian, tidak terlihat kehadiran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam acara tersebut.

Absennya BPD bukan tanpa sebab. Berdasarkan konfirmasi kepada salah satu anggota BPD, nama BPD memang tidak tercantum dalam daftar undangan yang beredar pada Rabu, 14 Januari 2026. Meski disebutkan bahwa undangan tersebut sempat direvisi pada Kamis, 15 Januari 2026 sekitar pukul 13.00 WIB, atau satu jam sebelum acara dimulai, namun perubahan tersebut dinilai terlambat untuk menjangkau seluruh unsur BPD.


“Memang benar undangan katanya direvisi, tapi itu sekitar satu jam sebelum acara. Secara nama, BPD sebelumnya memang tidak ada dalam daftar undangan,” ujar salah satu anggota BPD saat dikonfirmasi.

Sementara itu, Camat Carenang yang baru, Imron, S.IP., M.Si, saat dikonfirmasi usai serah terima jabatan menyampaikan bahwa pada prinsipnya seluruh unsur telah diundang dan tidak ada maksud untuk meninggalkan pihak tertentu.

“Semua sudah diundang, tidak ada yang tertinggal. Kegiatan ini juga bukan acara formal, ini hanya acara silaturahmi, bagian dari budaya ketimuran kita sebagai orang Indonesia,” ujar Imron.

Senada dengan itu, Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Carenang, Sudrajat, membenarkan bahwa nama BPD memang tidak tercantum dalam daftar undangan awal, namun menurutnya hal tersebut telah diperbaiki melalui revisi.

“Benar, sebelumnya BPD tidak ada di list undangan, tapi sudah kami revisi. Kami mohon maaf, ini murni kesalahan dan kelalaian kami sebagai manusia,” ujar Sudrajat.

Meski acara pisah sambut berlangsung lancar, absennya BPD dalam kegiatan tersebut tetap menjadi catatan tersendiri. Sebab, BPD merupakan lembaga resmi desa yang memiliki peran strategis dalam sistem pemerintahan desa dan menjadi bagian penting dalam menjaga sinergi antara desa dan kecamatan.

Sejumlah pihak berharap ke depan, penyusunan undangan kegiatan pemerintahan dapat dilakukan lebih cermat dan inklusif, sehingga seluruh unsur kelembagaan desa dapat terlibat secara proporsional dalam setiap agenda resmi, termasuk kegiatan silaturahmi dan seremonial pemerintahan.

*Red

© Copyright 2022 - ABAH SULTAN