![]() |
| Jambatan Gantung |
Serang – Warga Kampung Pegadungan, Desa Tenjo Ayu, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, dibuat resah oleh pembongkaran jembatan gantung yang dilakukan oleh seorang oknum Ketua RT. Pasalnya, jembatan tersebut dinilai masih layak pakai dan menjadi akses vital bagi para petani serta nelayan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Jembatan gantung itu selama ini berfungsi sebagai penghubung utama warga menuju area persawahan, kebun, dan sungai tempat nelayan mencari nafkah. Pembongkaran secara sepihak tersebut langsung menuai reaksi keras dari masyarakat karena berdampak besar terhadap mobilitas dan perekonomian warga.
“Jembatan ini sangat penting bagi kami. Petani dan nelayan sangat bergantung pada akses ini. Kami tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran oknum RT sampai tega membongkar jembatan yang masih layak digunakan,” ujar salah seorang warga kepada awak media, Kamis (22/01/2026).
Akibat pembongkaran tersebut, warga harus menempuh jalur memutar yang lebih jauh dan berisiko, bahkan sebagian terpaksa menyeberangi sungai secara manual, yang tentu membahayakan keselamatan, terutama saat debit air meningkat.
Merasa dirugikan, warga akhirnya menggeruduk Kantor Desa Tenjo Ayu untuk menuntut klarifikasi dan pertanggungjawaban. Dalam pertemuan yang berlangsung panas tersebut, digelar musyawarah antara pihak desa, perwakilan warga, dan oknum RT yang bersangkutan.
Menurut sumber yang diterima awak media, dalam musyawarah itu oknum RT menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab dan berjanji akan memperbaiki kembali jembatan gantung tersebut. Namun demikian, muncul persoalan baru yang memicu kecurigaan warga, yakni hilangnya sejumlah material jembatan, terutama besi, dari lokasi pembongkaran.
“Katanya mau diperbaiki, tapi besi-besi jembatan sudah tidak ada di tempat. Ini yang membuat warga semakin curiga dan mempertanyakan keseriusan tanggung jawabnya,” ungkap sumber tersebut.
Warga berharap pemerintah desa dan pihak terkait dapat segera turun tangan secara serius agar jembatan gantung tersebut dapat segera dibangun kembali, sehingga aktivitas petani dan nelayan tidak terus terganggu. Selain itu, warga juga meminta adanya evaluasi dan tindakan tegas terhadap oknum yang dinilai telah bertindak sewenang-wenang tanpa musyawarah.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah desa masih berupaya melakukan koordinasi lanjutan guna memastikan realisasi perbaikan jembatan serta menelusuri keberadaan material yang dilaporkan hilang. *Red

Social Header