![]() |
| Ditengah gerlap pembangunan, masih ada yang menahan lapar |
SERANG,- Jum'at 13 Februari 202, Disaat baliho pembangunan berdiri megah dan rapat-rapat kebijakan terus berlangsung di ruang berpendingin udara, masih ada rakyat kecil di sudut-sudut Kota dan Kabupaten Serang yang menahan lapar tanpa pernah terdengar suaranya.
Relawan Razia Perut Lapar Serang kembali turun ke jalan, bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk menemukan mereka yang terlewat dari perhatian.
Tukang becak yang seharian mengayuh tanpa penumpang, buruh harian yang pulang dengan tangan kosong, lansia yang duduk diam menunggu uluran tangan yang tak kunjung datang.
Kondisi ini bukan sekadar angka statistik, ini adalah wajah nyata ketimpangan sosial yang masih terjadi ditengah kenaikan harga bahan pokok dan sulitnya lapangan pekerjaan, sebagian masyarakat hidup dalam situasi yang semakin terhimpit.
![]() |
Melalui gerakan ini, relawan membagikan makanan siap saji dan bantuan sembako hasil patungan masyarakat. Kami bergerak dari donasi kecil yang dikumpulkan dengan semangat gotong royong, membuktikan bahwa solidaritas rakyat sering kali lebih cepat hadir dibandingkan kebijakan yang dinanti.
Razia Perut Lapar Serang lahir dari kegelisahan, mengapa di tanah yang kaya, masih ada yang tidur dalam keadaan lapar? Mengapa yang kecil harus selalu bertahan sendiri?
Gerakan ini bukan sekadar aksi berbagi, tetapi juga pengingat bahwa kepedulian sosial tidak boleh mati. Kami berharap ke depan, perhatian terhadap masyarakat rentan tidak hanya hadir saat seremoni atau momentum politik, tetapi menjadi komitmen nyata dan berkelanjutan. Karena lapar bukan pilihan, dan diam terhadap ketidakpedulian adalah bentuk lain dari pembiaran.
Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat, bersuara, dan bergerak bersama.(red/Iqbal H)
Informasi & Donasi: Iqbal Hambali ( 083838907787 )


Social Header