![]() |
| Jembatan Kidongdong Mekarsari senilai 10 milyar dalam proses pengerjaan. |
SERANG – Insiden terjadi dalam pembangunan Jembatan Kidongdong di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten. Kerangka jembatan tergelincir saat proses pemasangan pada Jumat sore sekitar pukul 16.30 WIB, mengakibatkan sejumlah pekerja mengalami luka-luka.
Informasi yang dihimpun, kerangka jembatan yang tengah dipasang tiba-tiba bergeser atau tergelincir. Sejumlah pekerja yang berada di atas struktur tersebut ikut terdampak dan mengalami luka.
Para pekerja kemudian dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis di Puskesmas Carenang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Kejadiannya sekitar jam 16.30 WIB. Ada beberapa pekerja yang terluka dan langsung dibawa untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar warga sekitar.
Pengawas proyek saat dikonfirmasi menyebut insiden tersebut diduga dipicu kondisi tanah yang bergerak.
“Kejadian ini karena unsur tanahnya yang bergerak, sehingga terjadi insiden ini. Untuk pekerja yang terluka sudah kita bawa ke Puskesmas Carenang dan sekarang sudah membaik,” kata pengawas proyek.
Namun, penyebab pasti tergelincirnya kerangka jembatan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis. Evaluasi terhadap kondisi tanah, sistem penyangga sementara, metode pemasangan, hingga penerapan standar keselamatan kerja menjadi penting untuk dilakukan sebelum pekerjaan dilanjutkan.
Proyek Rp10,8 Miliar
Pembangunan Jembatan Kidongdong merupakan proyek yang dibiayai melalui APBD Provinsi Banten dengan nama paket pekerjaan Pembangunan Jembatan Desa Mekarsari Kecamatan Carenang Kabupaten Serang.
Berdasarkan data pekerjaan yang diperoleh, proyek tersebut dilaksanakan oleh CV KOPI PAIT berdasarkan Kontrak Nomor 600.1.10/069/SPK/PJBT-DMKC/BBM/DPUPR/2026.
Nilai kontrak tercatat sebesar Rp10.884.861.000, dengan tanggal kontrak 29 April 2026 dan waktu pelaksanaan selama 180 hari kerja.
Sebelumnya, pembangunan jembatan tersebut juga sempat mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Banten. Gubernur Banten Andra Soni diketahui telah meninjau langsung pembangunan jembatan tersebut.
Insiden tergelincirnya kerangka jembatan kini menjadi perhatian publik, khususnya menyangkut keselamatan pekerja dan kualitas pelaksanaan konstruksi pada proyek yang menggunakan anggaran daerah tersebut.
Pihak terkait diharapkan melakukan pemeriksaan dan evaluasi secara menyeluruh untuk memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, metode konstruksi, serta standar keselamatan kerja.
Masyarakat pun berharap proyek tersebut tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga menghasilkan jembatan yang aman, kokoh, dan berkualitas untuk digunakan dalam jangka panjang. (Sumber: Mgr/Penaindonews.com)

Social Header